Sebagai orang yang berada di lingkungan pasar modal, program
OJK dan BEI yang bertajuk “Yuk Menabung Saham” cukup mencuri perhatian saya.
Saya penasaran bagaimana sebenarnya pemerintah mulai mengedukasi masyarakat
mengenai dunia pasar saham yang sudah saya geluti selama 7 tahun ini. Selama
itu yang saya hadapi adalah investor institusional seperti dana pensiun,
perusahaan aset manajemen, maupun hedge fund dari luar negeri.
Dengan penasaran, saya pun mendatangi salah satu booth yang
ada di Bursa Efek Indonesia. Berlagak sebagai investor awam, saya pun bertanya
seperti apa prospek berinvestasi di saham perusahaan Indonesia dan seperti apa
program OJK dan BEI ini.
Sebagai perkenalan saya diperkenalkan cara membuka rekening
saham dan bagaimana saham Bank Mandiri yang melesat 20% dalam satu tahun dan
mereka juga membandingkannya dengan bunga bank saat ini yang hanya di sekitaran
7%. Menarik.
Dan kemudian saya bertanya, kalau begitu setelah saya buka rekening saya akan beli saham Bank Mandiri saja ya Pak… Dengan ramah Bapak pencanang “Yuk Menabung Saham” ini pun terdiam dan menyarankan untuk bertanya saja lebih lanjut kepada sekuritas tempat saya mendaftar nanti. Bapak tersebut juga menyarankan untuk dicoba saja terlebih dahulu, nanti sembari bermain saham semuanya bisa dipelajari.
Dan kemudian saya bertanya, kalau begitu setelah saya buka rekening saya akan beli saham Bank Mandiri saja ya Pak… Dengan ramah Bapak pencanang “Yuk Menabung Saham” ini pun terdiam dan menyarankan untuk bertanya saja lebih lanjut kepada sekuritas tempat saya mendaftar nanti. Bapak tersebut juga menyarankan untuk dicoba saja terlebih dahulu, nanti sembari bermain saham semuanya bisa dipelajari.
Saya cukup kecewa dengan pernyataan tersebut. Seolah-olah
saya harus siap merelakan uang saya hilang begitu saja hanya sekedar untuk "bermain saham". Sebagai investor awam
yang saya harapkan adalah edukasi atau sosialisasi dari OJK maupun BEI mengenai
bagaimana memilih saham yang baik dan benar. Dan bagaimana konsep berinvestasi
di saham yang benar.
Daripada hanya berkomplain ria, maka saya mencetuskan kenapa
tidak saya saja yang memulai edukasi pasar saham. Setidaknya memberikan konsep
fundamental bagaimana memilih saham yang baik dan benar bagi pemula. Sekaligus
memperkenalkan resiko dalam investasi saham.
No comments:
Post a Comment